Tuesday, 5 May 2020

BERLATIH MINDFULNESS: CARA TEPAT MENGURANGI STRESS SELAMA PANDEMI


Perasaan takut, marah, stress, sampai burn out adalah kondisi psikologis yang sangat wajar kita temukan pada banyak orang selama pandemi COVID 19. Terlebih media selalu memberitakan berita yang memunculkan ketakutan bagi banyak orang. Jumlah pasien yang makin meningkat setiap hari, jenazah pasien COVID yang tidak diterima untuk dikubur di dekat pemukiman warga, sampai pasien yang dikucilkan oleh tetangga bahkan diusir karena diduga positif COVID. 

Pemberitaan negatif ini seolah-olah membombardir kita dengan rasa takut hingga memunjulkan stress dan frustasi dalam diri. Jika kondisi ini akan terus menerus dialami, imun tubuh kita akan lemah sehingga akan sangat mudah terserang penyakit bahkan virus itu sekalipun. As we know bahwa sebenarnya sangat banyak pasien yang berhasil sembuh dari Corona, namun mereka yang sembuh adalah mereka yang mampu mengelola diri dengan mengkonsumsi pola hidup yang sehat dan kesehatan mental yang BAGUS.  Catat ya kesehatan mental adalah elemen yang sangat penting di tengah situasi pandemi ini. Jadi segera lakukan prevensi dan upaya bagaimana agar kita tidak terkena stress berlebih selama pandemi. 

Selama beberapa pekan terakhir, saya mempelajari mindfulness dari rekan saya yang kebetulan adalah praktisi mindfulness. Mindfulness adalah suatu kesadaran diri untuk fokus pada status pikiran pada emosi saat ini. Fokus pada present neither past nor future. 

Saya begitu excited sama mindfulness ini karena lebih realistis dan apa adanya dengan kehidupan kita sehari-hari.  Misalnya ketika kita dirudung rasa takut dan cemassaat harus menghadapi ujian, biasanya seorang motivator meminta kita untuk selalu positive think jika kita bisa melalui ujian itu. Kita diminta untuk membayangkan jika di ruang ujian nanti kita bisa mempresentasikan diri dengan baik. Kita tidak diperkenankan untuk merasakan rasa takut itu karena dianggap bisa memperburuk keadaan. Namun dengan metode mindfulness, justru kita belajar untuk menerima rasa takut ini. Kita terima dan kita sadari jika rasa takut ini sedang melanda diri kita. Kemudian kita sadari jika saat ini kita takut dan kondisi kita sedang berdiam diri tanpa adanya hal yang menggangu. Dengan penerimaan ini perlahan rasa takut itu akan mengikuti keadaan kita yang sudah mulai merasakan ketenangan dan tanpa disadari penerimaan rasa takut itu bisa membuat ita menjadi lebih baik lagi. 

Jadi pada dasarnya, jika kita berusaha menghilangkan atau menghindari sesuatu yang tidak disukai, ternyata kita justru sedang fokus untuk menjauhkan perasaan itu. Akibatnya apa? Ya tanpa disadari kita bukan terfokus pada cara menghindarinya, namun malah ternginag-ngiang dengan perasaan yang ingin kita hindari itu. Ini yang dinamakan MONKEY MIND. 



Monkey mind adalah sesuatu meloncat-loncat dalam pikiran kita. Saat kita mencoba fokus, monkey mind akan lebih sering kita alami dan akhirnya akan mendistraksi pikiran kita yang berusaha untuk fokus. Jadi saat kita fokus, bukan berarti kita harus menghilangkan semuanya dalam pikiran kita, karena pada dasarnya otak manusia akan tetap bekerja dalam situasi apapun. Yang perlu kita lakukan adalah menjinakan si monkey mind ini dengan cara menerimanya dan bekerjasama dengannya. Coba kalau semua perasaan yang tidak ini terus menerus kita hindari. Sama saja kita melarikan diri dan bisa saja kita bagaikan perampok yang akan tetap dihantui untuk selalu dikejar-kejar dengan perasaan itu. 

Mudahkah menjinakan monkey mind ini? Salah satu hal yang diajarkan dalam mindfulness ini adalah berlatih meditasi. Dengan berlatih meditasi kita melatih untuk mengatur nafas kita, nafas adalah kunci ketenangan sehingga kita lebih mudah untuk menjinakan hal yang tidak menyenangkan di pikiran kita. Usahakan untuk menyempatkan diri 15 menit dalam sehati untuk tidak melakukan apapun selain duduk diam dan mengembuskan nafas secara perlahan. Itu akan membuat kita lebih tenang dan menerima kondisi saat ini.

Selain dalam mindfulness kita dilatih untuk melakukan single tasking dalam pekerjaan sehari-hari. Memang masyarakat urban saat ini dituntut itu bisa multi tasking dalam segala hal. Akibatnya otak kita bisa jadi akan overload dan berimbas pada burn out yaitu kelelahan secara psikis dan fisik. Pada dasarnya otak memang didesain untuk melakukan satu hal dalam satu waktu. Maka latihlah diri untuk selalu fokus mengerjakan 1 hal dalam satu waktu. Jika memang terpaksa harus melakukan multi tasking, maka sadari jika saat ini kita akan melakukannya dan menerima kondisi agar fisik dan mental kita tetap waras. 

Dengan menghabiskan banyak waktu di rumah selama pandemi, sudah saatnya kita berlatih mindfulness agar hidup kita lebih sejahtera dan minim akan distraksi yang mengakibatkan kita stress dan frustrasi. Yuk berlatih mindfulness :)

#BPNRamadhan2020
#BPNRamadhanChallenge
#BloggerPerempuanNetwork
#BPNRamadanChallengeDAY11

0 comments:

Post a comment

Yakin gak mau BW? Aku suka BW balik loh