Monday, 4 May 2020

5 TIPS AGAR ANAK BETAH DI RUMAH


Pandemi udah dua bulan aja ya. Artinya udah 2 bulan juga kita gak kemana-mana. Stay at home as always. Anak-anak yang biasa main di luar jiwanya sudah makin meronta-ronta karena kelamaan di rumah. Parents juga makin bingung kan mau ajak anak ngapain lagi selama di rumah. Sudah kehabisan ide, anak rewel, mama papanya jadi ikutan ribut. Wah, jangan sampai di situasi seperti saat ini bisa memperkeruh keharmonisan keluarga ya parents. Ingat keluarga yang tangguh bakal mampu melewati situasi pandemi ini sampai normal kembali. 

World Health Organisation (WHO) memberikan beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental anak selama di rumah. Kalau anak kesehatan mentalnya terjaga, maka mereka akan lebih mampu menerima keadaan dan semakin betah di rumah bersama keluarga. Apa aja ya tipsnya? Yuk kita simak satu-persatu:

1.  Set aside time to spend with each child.


Atur waktu khusus untuk meluangkan momen berharga bersama anak. Cukup meluangkan waktu selama 20-30 menit untuk merencakan kegiatan seru bareng anak-anak. Bisa baca buku bareng, masak bareng, melukis bareng, atau membuat permainan yang kita rencanakan agar permainan jadi semakin seru dan bikin anak jadi punya challenge seru selama di rumah.

2. Ask your child what they would like to do


Biarkan anak memilih kegiatan apa yang ingin mereka lakukan. Memberikan kesempatan berharga bagi anak dapat meningkatkan kepercayaan dirinya sehingga anak bebas untuk bereksplorasi. Meskipun kadang apa yang mereka suka membawakan konsekuensi yang membuat parents bekerja lebih keras lagi. Misalnya anak suka membuat adonan roti dan membuat dapur menjadi sangat berantakan, atau bermain messy play yang membuat rumah menjadi kotor. Barangkali bisa bisa saja membereskan rumah berulang kali kapanpun kita mau namun kebersamaan bersama anak-anak tentunya tidak dapat terulang lagi kan. Tetap latih anak bertanggung jawab setelah bermain dengan bersama-sama membersihkan ruangan agar bisa bersih seperti semula ya parents.

3. One on one time.

One on one time artinya apa yang kita lalui hanya terjadi sekali seumur hidup. Momen berharga bersama anak adalah hal yang akan dilewati oleh anak dan tidak akan terulang kembali hingga mereka besar dan dewasa. Artinya membangun quality time bersama anak adalah momen yang sangat penting agar anak merasa lebih dicintai. 

Menciptakan rasa aman pada anak dengan membangun komunikasi produktif dalam keluarga dapat menciptakan rasa aman bagi anak. Artinya adalah parents perlu membangun komunikasi yang bagi satu sama lain. Jika mama dan papa sering bertengkar hebat, ini bisa melukai perasaan anak. Di saat seperti itu anak akan merasa terancam yang membuat mereka menjadi lebih cemas. Keharomisan mama dan papa adalah momen dimana anak akan merasa lebih tenang dan merasa dicintai oleh orang tuanya.

4. Switch off the TV and phone. This is virus free time!

Kondisi pandemi seperti saat ini seringkali memicu diri untuk terus mencari tahu informasi seputar COVID. Jika ini terus dilakukan tanpa waktu dan resource yang kredibel, hal ini dapat berdampak kepada kondisi psikologis yang memburuk. Kita akan mengalami rasa takut berlebih sehingga dapat menganggu waktu kita bersama keluarga. Tetaplah fokus untuk membersamai keluarga dan menaati peraturan yang ada. Hal ini jauh lebih membuat kita lebih sehat secara fisik dan mental sehingga virus pun tidak mudah untuk menyerang imunitas tubuh kita. 

5.  Listen to the, look at them. Give them your full attention. Have fun.


Seringkali kesibukan orang tua dapat mengalihkan seluruh perhatiannya dari anak-anak. Memang sejatinya parents bekerja semata-mata untuk menafkahi keluarga dan memberikan kesejahteraan bagi anak di masa yang akan datang. Namun jika sampai pekerjaanmu dan melalaikan waktu bersama anak, maka itu akan jauh lebih buruk dan menjadikan apa yang kita kerjakan berasa sia-sia. Selalu mencoba mendengarkan apa yang anak bicarakan dengan sungguh-sungguh. Beri pemahaman ke anak jika kita sedang ada kerjaan tanpa melukai perasaan anak. Maka anak akan tumbuh menjadi anak dengan penuh cinta dan kasih sayang dari orang tuanya. 

Nah, dengan kelima tips dari WHO itu, semoga anak kita bisa tetap betah di rumah dalam situasi seperti ini ya parents. Terus bangun kekompakan keluarga agar anak jadi betah dan menjadikan keluarga sebagai tempat ternyaman dalam hidupnya :)

#BPNRamadhan2020
#BPNRamadhanChallenge
#BloggerPerempuanNetwork
#BPNRamadanChallengeDAY8

3 comments:

  1. Tips bermanfaat nih. Memang anak itu gak bisa dipaksa melakukan apa ya mba, harus didamping dan kadang diajak bermain juga. Salam mba Aya

    ReplyDelete
  2. Jadi meskipun di rumah aja jangan sampai membatasi kreativitas anak ya mba. Nice written Mba Aya ☺️

    ReplyDelete
  3. Meluangkan waktu khusus bersama anak akan membuat anak lebih merasa diperhatikan. Kadang kala, kesibukan di dapur atau bahkan sebelum corona yang sibuk kerja di luar rumah, kita lupa untuk menikmati quality time bersama keluarga khususnya bersama si kecil. Mumpung #dirumahaja, mari nikmati waktu bersama keluarga.

    ReplyDelete

Yakin gak mau BW? Aku suka BW balik loh