Thursday, 13 September 2018

Bersahabat dengan Sabar


Rasanya kepalaku seperti menguap, dadaku menyesak, Gigi gerahamku bergemuruh ketika merasakan suasana hati yang Tak pasti. Perasaan yang diliputi oleh ketidak stabilan emosi. Entah mengapa terkadang aku Tak bisa menahan diri untuk meluapkan emosi. Akupun Tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Terkadang aku mampu bersabar ketika menghadapi kerewelan Archy, terkadang juga aku merasa Tak kuasa menahan kemarahan yang terkendali.

Archy anaku yang begitu pintar itu meraung raung minta nenen. Kondisiku yang semakin sering merasakan kontraksi palsu terpaksa harus memintanya untuk berhenti nenen. Sejujurnya aku diliputi perasaan bersalah. Mengapa aku memutuskan tt dahulu baru menyapihnya. Padahal sebentar lagi ia punya adik. Dan ia harus segera lepas Dari nenen. Tapi ini hasil keputusanku, hasil pertimbanganku setelah berdiskusi dengan suami untuk menyelesaikan tt terlebih dahulu baru menyapihnya. Sungguh rasanya campur aduk.

Sejujurnya aku sudah mulai mensounding Archy untuk berhenti nenen sejak usia 1 setengah tahun. Setiap malam Kita bacakan buku tentang naura si anak yang berani tidur sendiri Dan tidak nenen lagi. Namun sounding stop nenen Kita berhentikan terlebih dahulu karena Kita ingin menyelesaikan proses TT Archy. Mungkin rasanya ia memberontak karena belum siap akan keduanya. Ah apalah aku ini, faham teori tapi praktiknya susah untuk menjalani. Dan kini Allah menguji atas tanggung jawabku mendidik Archy. Ya rabb..maafkan hamba yang jauh Dari kata sempurna ini.

Malam ini aku Tak banyak bercerita dengan Archy. Kini ia sudah terlelap tidur setelah kurang lebih 10 menit meraung raung minta nenen namun tidak aku berikan.

"Sabar ya nak..nenen mama sakit..maafin mama ya sayang.." ucapku sambil menelan ludah karena begitu pahit melihatnya menangis tersedu.

Kulantunkan doa di ubun ubun kepalanya bacaan alfatihah, Annas, Al ikhlas, Dan Al falaq. Serta lantunan doa solawat sebagai penenang jiwanya. Kupandangi wajahnya yang begitu damai saat mulai tertidur pulas. Kuucapkan lantunan istighfar dengan lirih menyesali kesalahan-kesalahanku selama ini. 

Nak, begitu bersyukurnya mama atas karunia Allah menghadirkanmu di kehidupan mama. Allah berikan banyak hikmah kehidupan melalui kehadiranmu selama ini. Kau ajarkan mama bersahabat dengan sabar lalu merangkulnya supaya amarahku terkendali. Kau ajarkan keikhlasan untuk selalu bermuhasabah diri. Maafkan mama yang masih jauh Dari kata sempurna ini. Semoga kelak mama mampu membesarkanmu menjadi anak solehah yang bermanfaat bagi seluruh umat. Ya rabb, ijinkan hamba untuk Selalu hadir dalam kehidupanya hingga ia beranjak dewasa. Berikan kami kesempatan untuk Selalu memperbaiki diri menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Solehahkan kami..istiqomahkan kami untuk senantiasa belajar menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Amiin..


#hariketujuh12sept
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

0 comments:

Post a Comment

Yakin gak mau BW? Aku suka BW balik loh